Fakta dan Tips Masuk KAUST

1. KAUST itu sekolah paskasarjana saja, hanya sekolah khusus S2 dan S3 saja. 2. Mahasiswa S2 yang diterima per tahun hanya kurang dari 15% dari total mahasiswa baru (~250 students per tahun). Artinya, peluang mendaftar S3 alias PhD baik bagi yang sudah punya S2 (jalur PhD) atau belum punya S2…

Gabriella Lestari: 5 Hal yang Kupelajari Selama Tinggal di Timur Tengah

Tulisan ini ditulis oleh salah satu alumni kita, Gabriella Lestari dan dipublikasikan di indonesiamengglobal.com (LINK). Profil alumni kita: Gabriella memulai pendidikan tingginya di Green River Community College yang kemudian transfer ke University of California, Berkeley (UC Berkeley), California untuk menyelesaikan sarjananya. Setelah menjadi visiting researcher 6 bulan di Georgia Institute…

Mengurus Visa Bekerja ke KAUST

Mengurus Visa ke KAUST, oleh Viko Ladelta (Postdoctoral Research Fellow at Polymer Synthesis Laboratory) *Admin: Visa kerja berupa skilled imigrant sebagai peneliti di KAUST bukan pekerjaan umum. Part 1. Agen Visa Satu hal yang pasti akan kita temui jika bepergian ke Arab Saudi, apalagi untuk tujuan bekerja adalah menemui birokrasi yang…

Irmandy Wicaksono: Pergi untuk Kembali (ke Swiss)

Ditulis oleh: Irmandy Wicaksono, Intern Student periode 1 November 2015 - 31 Maret 2016 Saya Irmandy, mahasiswa Master in Electrical Engineering and Information Technology di ETH Zürich, Swiss. Interest saya beragam dari flexible/soft electronics sampai wearable systems. Banyak orang yang bertanya-tanya mengapa saya bisa memutuskan untuk 'istirahat' dari studi Master saya sementara…

Andika Perbawa: Praktisi yang Kembali ke Bangku Kuliah, Fall 2016 (Gelombang 1)

Ditulis oleh: Andika Perbawa (PhD Student di Earth Science & Engineering, Fall 2016) Disclaimer: Sampai tulisan ini dipublikasikan (5 Maret 2016), yang bersangkutan masih sedang mengurus keperluan VISA. Andika akan direncakan tiba di KAUST pada Agustus 2016. Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit share tentang pengalaman saya mendaftar ke…

Wisudawan "perdana" asal Indonesia: Perdana Karim Prihartato, PhD

Alhamdulillah, seorang putra Indonesia bernama Perdana Karim Prihartato berhasil mendapatkan gelar doktor (PhD) dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), Arab Saudi, pada 12 Desember 2014. Perdana boleh juga disebut sebagai lulusan "perdana" - wisudawan asal Indonesia yang pertama kali mendapatkan gelar doktor dari KAUST. [caption id="attachment_1858" align="aligncenter"…