Fakta dan Tips Masuk KAUST

1. KAUST itu sekolah paskasarjana saja, hanya sekolah khusus S2 dan S3 saja.
2. Mahasiswa S2 yang diterima per tahun hanya kurang dari 15% dari total mahasiswa baru (~250 students per tahun). Artinya, peluang mendaftar S3 alias PhD baik bagi yang sudah punya S2 (jalur PhD) atau belum punya S2 (melalui jalur MS/PhD) mempunyai peluang lebih besar diterima.
3. Penerimaan mahasiswa S2 (MS program) sepenuhnya di tangan admission office. Artinya, akan dilakukan pemeringkatan GPA/GRE dan kualitas kampus asal.
4. Penerimaan mahasiswa S3 ada 2 tahap: Via professor dulu baru via admission office.
5. Interview atau dukungan professor adalah tahap pertama untuk diterima di KAUST ketika mendaftar PhD. Kecocokan latarbelakang pengalaman riset adalah kunci kesuksesan.
6. Pendaftar MS program sangatlah ketat, karena biaya studi sepenuhnya dari KAUST. Sedangkan PhD, biaya dari KAUST melalui “saku” professor sehingga relatif lebih mudah kalau sudah dijamin professor.
7. Banyak pendaftar yang gugur di tahap interview admission setelah mendapat dukungan penuh dari professor. Loh kok bisa?
KAUST bahkan menggunakan agen pihak ketiga untuk memverifikasi kebenaran data yang dimasukkan dalam admission web.
8. Setelah admin menganalisa, kegagalan sebagaimana poin [7] mungkin ada beberapa faktor, utamanya:
– Kurangnya pengalaman berbaur dengan lingkungan international. Baik itu melalui conference/events/sekedar plesiran.
– Pengalaman “plesiran” ke luar negeri selain ke Saudi Arabia. Dari sekian mahasiswa yang diterima atau calon mahasiswa yang mendaftar ke KAUST, ditanya pengalaman international-nya.
– Motivasi ke KAUST.
9. Mahasiswa S3 baik jalur PhD atau MS/PhD sama-sama mempunyai jatah maksimal 5 tahun untuk studi di KAUST. Tapi 2.5 dan 3.5 tahun untuk waktu paling cepatnya diperbolehkan lulus dari KAUST.
10. KAUST itu tempat riset, wajar kalau professor lebih merekrut yang berkomitmen untuk riset sampai S3 daripada hanya sekedar sampai S2. Jadi, yuk daftar PhD ke KAUST!!!

11 thoughts on “Fakta dan Tips Masuk KAUST

  1. berapa banyak minimal pengalaman luar negeri? untuk usia apakah ada batasan? karena usia saya sudah hampir 33 tahun dan belum S2

  2. Saya telah mendapat reply email dr Prof di kaust, dan saya juga akan ke Saudi pada bulan hadapan, Boleh beri tips interview tak? soalan apa yang akan Tanya?

  3. Katakanlah saya lulusan S1 dari kampus ‘mediocre’, tapi saya ingin apply via MS/PhD, untuk certain research,

    1. Haruskah kita mempunyai publikasi ilmiah internasional (i.e paper) agar “memudahkan” kita diterima di KAUST?

    2. Apakah GRE itu harus?

    3. Apakah Professor (atau si “Pihak Ke-tiga” di atas seperti yang Anda ceritakan) masih “mempertimbangkan” rangking/popularitas “universitas asal” dari si applicant?

    1. Jawab:

      1. Bukti kita bakal survive riset adalah paper atau setidaknya kalau lulusan Indo pasti ada Bachelor Thesis a.k.a. tugas akhir. Yang penting pengalaman riset.

      2. Tidak harus.

      3. Jelas masih melihat faktor itu. Profesor saya melakukan riset apa dan bagaimana ITB itu. Saya mahasiswa pertama dalam hidupnya dari Indonesia.

  4. 1. Mas, klo rekomendasi dari tempat kerja bisa ga?
    kebetulan saya dah lama taman S1 (2009).

    terakhir cek pembimbingnya pun ga tau masih di kampus lama atau ga.

    2. klo lulusan NTU S1 chancenya tinggi ga ya? klo dari sampel teman2 S2

    1. Alumni NTU baik yang Singaporean or Malaysian citizen banyak. Di sini alumni NTU Indonesian cuman postdoc, Dr. Reyhan bukan student. Kalau NTU mah lebih mudah pastinya daripada lulusan Indo. Good luck! C u here!

  5. maaf kak saya mau tanya,

    sya mahasiswa S1 fakultas MIPA jurusan Fisika

    TA saya komputasi dalam analisa kecelakaan reaktor nuklir
    sya berminat masuk komputer science visulisasi computing atau computational science

    1. kira2 saya cocoknya masuk jurusan ap kak di KAUST?
    2. Adakah IPK minimal untuk masuk KAUST?
    3. Jika ada hafalan Al Quran apkah berpngaruh untuk masuk KAUST?? hihii soalnya kan universitas di negara ISLAM
    4. Syarat pentingnya ap kak supaya diterima di KAUST?

    1. 1. Lah itu kamuudah tau minat kamu, ya masuk ke itu aja.. computer science maybe?
      2. Tidak ada resmi syarat IPK minimum, tapi biasanya yang diterima dengan IPK diatas 3.5 unutk master student.
      3. Kampus ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama.
      4. Syarat pentingnya, IPK bagus, punya prestasi menarik seperti menang perlombaam diluar negeri, atau sering ikut conference diluar negri, olimpiade science di luar negeri. Bahasa inggris bagus (bagus menurut saya TOEFL Ibt Scoere diatas 93, atau TOEFL PBT score diatas 550).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *